CMS modules by everest poker.
 

UNIT REHABILITASI MEDIK RS IMANUEL

Rehabilitasi Medik adalah unit fungsional RS Imanuel yang melayani klien yang mengalami keterbatasan gerak fungsional, keterbatasan kognitif, memori, bicara serta gangguan perkembangan dan mental.
 
Unit ini dilayani oleh :
  1. dr. Ida Yudiati Nikodemus, SpKFR
  2. Okupasi Terapis & Fisioterapis berpengalaman
Pelayanan dan Fasilitas Unit Rehabilitasi Medik RS Imanuel antara lain :
  1. Penegakan diagnosis, intervensi dan penilaian terapi Rehabilitasi Medik
  2. Fisioterapi dengan atau tanpa alat
    1. Diatermi
    2. Diatermi adalah terapi penghangatan dengan gelombang microwave diatermi. Penghangatan dari mesin diatermi bermanfaat untuk mengurangi nyeri, pembengkakan, meningkatkan rentang gerak dan merelaksasi otot. Penyakit yang dapat diterapi dengan diatermi antara lain osteo artritis, stroke, tortkolis, nyeri pinggang, peradangan saluran reproduksi, sinusitis, rematik.
    3. Ultrasound
    4. Ultrasound adalah terapi yang menggunakan gelombang suara (ultrasound) sehingga menghasilkan energi mekanik. Tujuan dan manfaat terapi ini menyerupai terapi dengan Diatermi. Terapi ini memerlukan waktu yang lebih singkat daripada diatermi.
    5. Interferensial besar & kecil
    6. Terapi dengan gelombang interferensial yang menghasilkan getaran memiliki kelebihan dari Diatermi yaitu adanya manfaat terapi untuk nyeri haid dan stimulasi saraf yang terganggu.
    7. Traksi elektrik
    8. Traksi adalah terapi dengan cara ditarik. Traksi elektrik dilengkapi dengan dengan tempat tidur yang hangat (dapat diatur suhunya) & mesin body massage. Traksi ini digunakan untuk mengatasi nyeri pinggang, kelainan saraf pinggang, bungkuk (skoliosis) dan nyeri otot (myalgia).
    9. Terapi magnet
    10. Terapi magnet mampu mempercepat tumbuhnya jaringan tulang yang baru setelah patah tulang dan mengurangi pembengkakan.
    11. Gymnasiun
    12. Penderita yang memerlukan terapi fisik dapat melakukan latihan fisik, senam ataupun perbaikan postur dengan menggunakan alat-alat non listrik seperti paralel bar, bola, sepeda statik, matras dll.
    13. IRR (Infra Red Rays)
    14. Dengan sinar infra merah, suplai darah meningkat, otot menjadi relaks, nyeri otot dapat berkurang, dahak lebih mudah dikeluarkan.
    15. Nebulizer
    16. Mesin nebulizer menghasilkan uap yang dapat dihirup oleh penderita. Uap mengandung butiran-butiran air dan obat mampu diserap tubuh untuk mengatasi penyumbatan jalan nafas akibat lendir maupun penyempitan jalan nafas karena alergi.
    17. Fibrasi & Tapping
    18. Terapi dengan digetar dan ditepuk secara manual digunakan untuk membantu mengeluarkan dahak pada pasien yang menjalani bedrest.
    19. Latihan nafas
    20. Kompresi Udema : terapi dengan alat untuk mengurangi bengkak / udema pada anggota gerak tubuh (ekstremitas)
    21. Continuous PAssive Movement (CPM) : terapi dengan alat untuk meningkatkan rentang gerak (ROM)  lutut
    22. Parafin bath : terapi dengan menggunakan lilin cair hangat untuk mengurangi nyeri dan meningkatkan rentang gerak sendi penderita radang sendiri. Terapi ini perlu ditindaklanjuti dengan latihan/excercise paska terapi.
  3. Okupasi Terapi
    1. Sensori Integrasi
    2. Terapi untuk merangsang sensori motorik tubuh dari luar tubuh ke sistem saraf sensori. Dengan terapi ini maka keseimbangan tubuh dapat ditingkatkan, koordinasi gerak tubuh antara mata, tangan dan kaki menjadi baik, orientasi waktu & tempat sesuai, sistem proprioseptik (pengaturan jarak tubuh dengan benda) seimbang. Kasus – kasus yang dapat diterapi dengan metode sensori integrasi adalah ADHD (Attention Deficit Hiperactive Disorder/ Penurunan atensi dan gangguan hiperaktif), autisme, ADD (Attention Deficit Disorder/Gangguan Penurunan Atensi & Konsentrasi), Down Syndrome, Asperger Syndrome (autisme ringan).
    3. Snowzelen
    4. Terapi untuk menstimulasi sistem saraf sensori primer agar otot dan saraf pergerakan menjadi relaks. Tujuan terapi ini adalah mengurangi gerak aktif yang berlebihan pada anak- anak hiperaktif seperti autis, gangguan perilaku dan ADHD.
    5. Terapi Aktivitas
    6. Terapi dengan memberikan suatu aktivitas fungsional seperti makan, menulis, toileting, berjalan, olahraga dan aktivitas sehari-hari lainnya. Dengan terapi ini maka seseorang akan mampu melakukan aktivitas fungsionalnya setelah mengalami gangguan seperti Stroke, nyeri pinggang, patah tulang tangan/kaki, gangguan jiwa/mental, anak dengan gangguan belajar, gangguan perilaku, autis, keterlambatan perkembangan dll.
 
Unit Rehabilitasi Medik buka setiap :
Pagi : 08.00 – 13.00 (Senin – Sabtu)
Sore : 17.00 – 19.00 (Senin, Kamis & Jumat)
 
Membuka lowongan pekerjaan untuk :
  1. Okupasi terapis : 1 orang
  2. Terapis wicara : 1 orang

Fasilitas

  • Area Parkir yang luas
  • Food Court
  • Galeri ATM
  • Bakery
  • Ruang Tunggu Keluarga Pasien
  • Taman yang asri
  • Mini market

Hubungi Kami

RS Imanuel Way Halim

Jl. Soekarno Hatta No.1
Bandar Lampung
 
Telp : 0721-704900
Fax : 0721-704807
 

SMS center:

  • 081379550011
  • 085840637999
 
Email:
This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
Wednesday the 26th. Mengasihi semua, melayani semua
Copyright 2012

©